Jasa Taman Dan Tanam Rumput

Hub : 0812 9711 5645

Lidah Buaya Berkasiat Menyembuhkan Wasir dan Diabetes

Lidah Buaya Berkasiat Menyembuhkan Wasir dan Diabetes - Sejak jaman dahulu tanaman lidah buaya dikenal berkasiat herbal sebagai penyubur rambut, penyembuh luka dan perawatan kulit. Setelah dilakukan beberapa penelitian ternyata lidah buaya banyak sekali manfaatnya bahkan mendapat julukan 10 tanaman terbaik dunia yang dijadikan tanaman obat dan tanaman industri menurut wikipedia indonesia. Selain  bermanfaat sebagai pengobatan berbagai penyakit, juga dapat dijadikan berbagai aneka olahan makanan seperti : minuman segar, manisan, dodol dan lain-lain. 

<img src="lidah buaya.jpg" alt="lidah buaya aloe vera">

Ciri-ciri Tanaman Herbal Lidah Buaya

Tanaman lidah buaya dengan nama latin Aloe Vera Linn adalah jenis tanaman tropis yang dapat hidup dengan baik dengan cahaya matahari penuh. Banyak di budidayakan di Afrika bagian Utara dan Hindia Barat. Sedangkan di Indonesia banyak di budiayakan khusunya di Kalimantan Barat dan banyak juga ditanam sebagai tanaman hias.

 a. Bentuk batang tanaman Lidah Buaya atau  Aloe Vera pendek dan berkembang lama. Batangnya sebagian besar tertutupi rapat oleh perkembangan daun sehingga tidak kelihatan. Tunas atau anakan tumbuh di bagian batang paling bawah, tetapi untuk memperbanyak tanaman lidah buaya tidak saja melalui tunas tetapi dapat juga melalui stek batang. Jika tanaman lidah buaya sudah tua dan tidak produktif, peremajaan dapat ini dilakukan dengan cara memotong habis batangnya, dari sisa bonggol atau tunggul batang ini akan muncul tunas-tunas baru yang segar dan lebih produktif. 

 b. Bentuk daun tanaman Lidah Buaya/Aloe Vera runcing, tebal, , berduri/bergerigi di kedua sisinya, permukaan berbintik-bintik, panjang dapat mencapai 50 - 75 cm, lebar 2-6 cm melingkar rapat di sekeliling batang bersaf-saf. Di bagian dalam daun lidah buaya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan, bersifaat sukulen (banyak mengandung air) dan banyak mengandung getah atau lendir (gel), bagian inilah yang bermanfaat sebagai obat. Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena di dalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air. 

 c. Bentuk bunga Tanaman Lidah Buaya/Aloe Vera berwarna kuning atau kemerahan dengan tangkai yang panjangnya mencapai 1 m, keluar dari ketiak daun. Bunga berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan.

 d. Bentuk akar tanaman Lidah Buaya/Aloe Vera berupa akar serabut yang pendek dan berada di permukaan tanah.  Untuk pertumbuhannya tanaman menghendaki tanah yang subur dan gembur di bagian atasnya.

Komponen Gizi Tanaman Lidah Buaya atau Aloe vera

Kandungan zat gizi pada daun tanaman Lidah Buaya sangat bagus sehingga baik untuk di konsumsi sehari hari dengan diolah menjadi berbagai jenis makanan. Kandungan gizi lidah buaya antara lain : 
 - Kandungan utamanya : Kalori, Protein, Lemak, Kalsium, Fosfor, Besi, Vitamin C, Vitamin A, Vitamin B, 
 - Selain itu mengandung berbagai enzim yang baik untuk pengobatan yaitu : Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin, aloenin, aloesin, salisilat, parasitiside.
Untuk lebih jelasnya, baca artikel : Kandungan Gizi Tanaman Lidah Buaya


Cara Pengobatan Dengan Tanaman Lidah Buaya Aloe Vera

Banyak sekali kasiat atau manfaat dari tanaman herbal lidah buaya ini yaitu antara lain :


a. Penyubur rambut: 

Daun lidah buaya segar secukupnya dibelah, diambil bagian dalam yang rupanya seperti agar-agar, digosokkan ke kulit kepala sesudah mandi sore, kemudian dibungkus dengan kain, keesokan harinya rambut dicuci. Dipakai setiap hari selama 3 bulan untuk mencapai hasil yang memuaskan. 


b. Luka terbakar dan tersiram air panas (yang ringan): 

Daun dicuci bersih, ambil bagian dalamnya, tempelkan pada bagian tubuh yang terkena api/air panas. 


c. Bisul: 

    Daun dilumatkan ditambah sedikit garam, tempelkan pada bisulnya. 

d. Kencing manis (DM): 

    1 batang lidah buaya dicuci bersih, dibuat durinya, dipotong-potong 
    seperlunya direbus dengan 3 galas air sampai menjadi 1 1/2 galas 
    Diminum sehari 3 x 1/2 gelas, sehabis makan. 


e. Batuk rejang: 

    Daun sekitar 15 - 18 cm, direbus kemudian ditambah gula, minum. 


f. Syphilis:

Bunga ditambah daging: Direbus, minum. 

g. Cacingan, susah buang air kecil: 

15 - 30 gram akar kering lidah buaya direbus, minum. 


h. Luka terpukul, luka dalam (muntah jarah): 

10 - 15 gram bunga kering lidah buaya direbus, minum atau bunga ditim dengan arak putih, untuk pemakaian luar. 


i. Kencing darah: 

    15 gram daun lidah buaya diperas, ditambah 30 gram gula, ditambah 
    air beras secukupnya, minum. 


j. Wasir:

    1/2 batang daun lidah buaya dihilangkan duri-durinya, cuci bersih
    lalu diparut. Tambahkan 1/2 cangkir air matang dan 2 sendok
    makan madu, aduk, saring. Minum sehari 3 kali. 


k. Sembelit: 

    1/2 batang daun lidah buaya dicuci dan dibuang kulit dan durinya, 
    isinya dicincang, lalu diseduh dengan 1/2 cangkir air panas dan 
    tambahkan 1 sendok makan madu, hangat-hangat dimakan, sehari 
    2 kali. 

PERHATIAN :

Dilarang pakai untuk wanita hamil, gangguan pada sistem pencernaan dan diare. 
Sumber : IPTEK BPPT.

Sedangkan cara membuat aneka olahan lidah buaya dapat di baca disini

Share on Google Plus

About Widodo Tawar

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

- Bebas berkomentar dengan bahasa yang sopan dan santun tanpa unsur sara.
- Lebih seru kunjungi : "Forum Asyik Berkebun" untuk Sharing, Tanya-jawab, Promosi usaha/jual-beli, dll.
- Untuk teman BLOGGER dilarang keras "Copy Paste" artikel ini.