Jasa Taman Dan Tanam Rumput

Hub : 0812 9711 5645

Cara Beternak Jangkrik Terlengkap

Cara Beternak / Budidaya Jangkrik Terlengkap Jangkrik atau Cengkerik adalah jenis serangga yang berkerabat dengan belalang. Dinamakan jangkrik atau cengkerik karena cirikhasnya dapat mengeluarkan bunyi ngerik. Hanya jangkrik jantan yang dapat mengelurkan bunyi tersebut. Suara jangkrik dimaksudkan untuk menarik perhatian bagi betina atau menolak pesaingnya jangkrik jantan.

Kenapa jangkrik di ternak atau di budidayakan ? Karena jangkrik dapat dijadikan sebagai pakan burung atau reptil. Tentu saja permintaan pasar akan jangkrik sangat dipengaruhi jumlah pemelihara burung atau reptil. Akhir akhir ini terjadi booming atau trend pecinta burung, maka permintaan Jangkrik juga meningkat tajam.

cara budidaya jangkrik terlengkap

Sekilas Tentang Jangkrik

Jangkrik adalah jenis serangga berkaki enam, bersayap dan memiliki kaki panjang dibelakangnya sebagai kaki untuk meloncat. Di Indonesia,  terdapat ratusan spesies jangkrik,  Namun belum semuanya terpetakan secara lengkap. Jenis spesies yang banyak dipelihara untuk ternak jangkrik komersial adalah Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus. Selain itu, masih terdapat jangkrik yang diternakan untuk tujuan lain, seperti hobi dan hewan aduan.

Sumber makanan jangkrik adalah dari jenis tumbuhan sehingga dapat digolongkan sebagai hewan herbivora. Di alam bebas serangga ini memakan daun-daunan muda seperti rerumputan. Dalam lingkungan budidaya, bisa diberi pakan sayuran hijau yang banyak mengandung air seperti sawi, bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.

Klasifikasi Jangkrik adalah sebagai berikut :
- Kingdom         : Animalia
- Phylum            : Arthropoda
- Klas                 : Insecta
- Ordo                : Orthoptera
- Sub Ordo         : Ensifera
- Famili              : Gryllidae
- Sub Famili       : Gryllinae
- Genus              : Gryllids
- Spesies : Gryllus mitratus 
                  Gryllus testacius 
     

Tahap Beternak / Budidaya Jangkrik

Pembuatan Kandang Jangkrik

Tahap awal memulai ternak jangkrik adalah pembuatan kandang atau tempat budidaya jangkrik. Kandang untuk ternak jangkrik bisa dibuat dari berbagai bahan seperti kardus papan atau triplek. Kandang jangkrik dibuat dengan bentu yang simpel tidak lah rumit. Bahan yang digunakan pun relatif murah yaitu triplek, kaso, lem paku dll. Adapun cara membuat kandang jangkrik adalah sebagai berikut :

Kandang dibuat berbentuk kotak, terbuat dari papan atau tripleks dengan tulang dari kayu kaso/kayu reng. Ukuran tergentung selera atau jumlah jangkrik yang akan di terkan. Sebagai contoh ukuran Panjang x Lebar x Tinggi : 100 x 60 x 40 cm.
Pada setiap sambungan atau celah tutuplah dengan lem atau sejenisnya,  agar jangkrik yang baru menetas tidak bisa keluar melalui celah tersebut.
Pada sisi atas di buat tutup dengan kawat nyamuk yang diberi frame dan engsel agar bisa di buka tutup.

kandang jangkrik

Sisi samping kanan dan kiri di beri handle atau pegangan untuk menggeser dan mengangkat
Pada sekeliling sisi dalam  bagian atas, kira-kira 10 cm dari atas, berikan isolasi plastik, agar jangkrik tidak merayap ke atas karena licin.

Pasang kaki-kaki pada keempat sudut peti, tingginya 20 cm. Keempat kaki-kaki tersebut nantinya diletakan pada mangkung yang diisi air atau cairan lain. Gunanya untuk mencegah hama seperti semut masuk ke dalam kandang.

Untuk ternak atau budidaya dalam pertai besar kandang jangkrik dapat dibuat bersusun, tiga hingga empat susun agar lebih efisien. Kandang jangkrik sebaiknya diletakkan di dalam ruangan yang gelap, tidak terkena sinar matahari langsung. Selain terlindung dari sinar matahari langsung, ternak jangkrik juga membutuhkan ketenangan. Sebaiknya pilih ruangan yang memiliki angin cukup, gelap, jauh dari hiruk pikuk dan lalu lalang pergerakan manusia.
  

Cara Memilih Indukan Jangkrik

Indukan jangkrik dapat diperoleh dari alam atau membeli jangkrik dewasa dari toko pakan yang menyediakan pakan hidup. Adapun ciri ciri indukan indukan jangkrik yang baik adalah sebagai berikut:
Induk jantan ditandai dengan suara ngeriknya yang keras. Permukaan sayap atau punggungnya bergelombang dan kasar, pada buntutnya terdapat 2 helai ekor.
Induk betina ditandai dengan sayapnya yang halus, atau bergaris sejajar keatas dan ke bawah, tidak mengerik,  terdapat ovipositor pada bagian ekornya. Ekornya ada tiga bagian, yang bagian tengah merupakan ovipositor.
Sungut atau antena masih panjang, seluruh anggota badan masih lengkap, gerakannya gesit dan lompatnya jauh, badan berwarna mengkilap.
Jangan pilih jangkrik yang bila dipegang mengeluarkan cairan baik dari mulut maupun duburnya.

Cara Mengawinkan Jangkrik 

Jika indukan jangkrik yang akan dikawinkan sudah di peroleh , maka pilih yang  sejenis atau sama spesiesnya. Bila indukan jantan dan betina berbeda spesies, perkawinan tidak akan terjadi. Untuk mengawinkan jangkrik pilihlah indukan betina sebanyak 10 ekor  dan jantan 2 ekor, jika lebih dari itu gunakan perbandingan 10:2.

Tempat untuk mengawinkan jangkrik sebaiknya terpisah dengan Kandang pemeliharan/ pembesaran. Kondisi kandang untuk mengawinkan sebaiknya dibuat aga mirip dengan habitat jangkrik di alam. Dinding kandang bisa diolesi tanah liat, semen putih serta diberi daun-daun kering, seperti daun jati, daun pisang atau serutan kayu.

Tambahkan pula bak pasir atau tanah sebagai tempat peneluran. Selama masa perkawinan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derik terus menerus. Jangkrik betina yang telah dibuahi akan bertelur. Telur biasanya diletakkan dalam pasir atau tanah.

Selama masa perkawinan jangkrik harus mendapatkan asupan pakan yang cukup. Contoh pakannya kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya dan jenis sayuran hijau lainnya. Buang pakan yang tersisa setiap hari, jangan sampai pakan membusuk di dalam kandang. Beberapa peternak ada yang memberikan ramuan khusus bagi jangkrik yang sedang dikawinkan. Misalnya, bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan beberapa vitamin., agar telur yang dihasilkan bisa banyak dan berkualitas.

Cara Menetaskan Telur Jangkrik

Pisahkan telur jangkrik dari indukan. Hal ini untuk menghindari si induk memakan telurnya sendiri.
Telur jangkrik pindahkan ke dalam kandang penetasan telur yang juga sekaligus pembesaran anakan. Warna telur yang telah dibuahi akan berubah dari bening menjadi keruh. Setelah 4-6 hari biasanya telur menetas. Pada masa penetasan, kelembaban kandang harus terus dijaga dengan penyemprotan air, atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Pemberian Pakan Jangkrik

Jangkrik yang baru menetas, berumur 1-10 hari dapat diberikan pakan ayam (voor), yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.
Setelah lewat 10 hari, anakan jangkring bisa dikasih makan sayur-sayuran dan jagung muda. Selanjutnya pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun atau ubi.

Pemeliharaan Kandang Jangkrik 

Kandang yang baru dibuat sebaiknya dicuci dahulu, jangan sampai masih berbau vinil bila terbuat dari tripleks. Untuk membuat suasana kandang mririp dengan habitatnya di alam, lumuri permukaan kandang dengan lumpur sawah untuk dan dijemur hingga kering. Ketika jangkrik sudah menetas, sebagai tempat persembunyian tambahkan daun kering, daun pisang kering, kardus atau serutan kayu.

Penting untuk menjaga kandang tetap higienis dan bersih, serta terhindar dari gangguan hama. Musuh atau hama ternak jangkrik lumayan banyak, diantaranya tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Caranya dengan membuang sisa pakan yang tidak termakan setiap hari, jangan sampai membusuk di dalam kandang. Periksa air yang ada pada mangkuk atau kaleng pada kaki-kaki kandang. Tambah atau ganti bila cairan sudah sedikit. Cairan yang digunakan bisa air, minyak tanah, atau jenis cairan lain yang bisa mencegah hama masuk ke dalam kandang.

Kondisi kandang untuk ternak jangkrik harus memperhatikan tingkat kelembaban. Kelembaban harus terus dikontrol, terutama saat musim kemarau, Untuk menjaga kelembaban bisa dilakukan dengan penyemprotan atau menutup kandang dengan karung goni basah.

Selain itu menjaga agar ketersediaan makanan harus mencukupi, karena bila kekurangan makanan,  jangkrik akan timbul sifat kanibal, saling memangsa di antara mereka.

Pemanenan Jangkrik

Hasil ternak atau budidaya jangkrik  yaitu jangkrik dewasa dan telur jangkrik. Telur jangkrik biasanya dijual lebih mahal dari jangkrik itu sendiri. Telur biasanya dijual kepada para peternak jangkrik pembesaran.

Ternak jangkrik sudah bisa dipanen setelah mencapai umur kurang lebih 30 hari. Terhitung sejak telur mulai menetas. Pengepakan dapat dilaukan dengan menggunakan karung plastik yang didalamnya di tambahkan daun pisang kering. Jika pengangkutan jarah tempuhnya jauh tambahkan juga pakan jangkrik

Baca Juga Artikel :


Share on Google Plus

About Widodo Sukses

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

- Bebas berkomentar dengan bahasa yang sopan dan santun tanpa unsur sara.
- Lebih seru kunjungi : "Forum Asyik Berkebun" untuk Sharing, Tanya-jawab, Promosi usaha/jual-beli, dll.
- Untuk teman BLOGGER dilarang keras "Copy Paste" artikel ini.