Cara Membuat Larutan Nutrisi AB Mix Hidroponik Sayuran Daun

Dalam budidaya tanaman dengan sistem hidroponik, tanah tidak lagi digunakan sebagai media penyedia zat hara. Sebagai gantinya, seluruh kebutuhan gizi tanaman digantungkan sepenuhnya pada air yang dilarutkan dengan pupuk khusus. Di sinilah Nutrisi AB Mix memegang peranan paling krusial.

Pupuk AB Mix dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan makro dan mikro tanaman secara seimbang. Namun, bagi para penggiat urban farming maupun pemula, menangani pupuk ini sering kali menimbulkan keraguan. Kesalahan dalam melarutkan pekatan, pencampuran yang tertukar, atau takaran kepekatan yang kurang pas dapat mengakibatkan daun menguning, pertumbuhan kerdil, hingga pembusukan akar.

Artikel ini menyajikan panduan teknis yang komprehensif mengenai cara meracik, melarutkan, dan mengukur nutrisi AB Mix khusus sayuran daun berdasarkan prinsip-prinsip agrikultur hidroponik yang tepat.

Cara membuat larutan nutrisi ab mix


Memahami Formulasi Nutrisi AB Mix

Mengapa pupuk hidroponik dipisah menjadi dua kemasan berbeda (Stok A dan Stok B)? Pertanyaan ini kerap muncul dari mereka yang baru memulai hidroponik.

Pupuk AB Mix dipisahkan untuk mencegah terjadinya reaksi kimia yang merugikan (presipitasi atau pengendapan).

  • Stok A: Umumnya mengandung unsur hara Kalsium, Nitrat, dan Zat Besi (Fe-EDTA / Fe-DTPA).
  • Stok B: Umumnya mengandung unsur Kalium, Sulfat, Fosfat, Magnesium, serta unsur mikro seperti Boron, Seng, Mangan, dan Tembaga.

Jika pekatan A dan pekatan B dicampurkan secara langsung dalam keadaan pekat tanpa dilarutkan ke dalam air baku terlebih dahulu, unsur Kalsium pada Stok A akan bereaksi dengan unsur Sulfat dan Fosfat pada Stok B. Reaksi ini membentuk senyawa kalsium sulfat atau kalsium fosfat yang mengendap seperti kapur. Akibatnya, unsur nutrisi tersebut terkunci dan tidak dapat diserap oleh akar tanaman.


Alat dan Bahan yang Diperlukan

Sebelum memulai proses pelarutan dan pengukuran, siapkan peralatan wajib berikut:

  1. Satu Set Pupuk AB Mix Sayuran Daun: Kemasan pekatan A dan B (biasanya tersedia untuk pembuatan 5 liter atau 1 liter pekatan).
  2. Air Baku (Air Pelarut): Gunakan air dengan kadar mineral rendah (<100 PPM), seperti air isi ulang (reverse osmosis), air hujan yang bersih, atau air AC.
  3. Dua Wadah Pencampur / Ember: Untuk melarutkan Stok A dan Stok B secara terpisah.
  4. Pengaduk: Gunakan pengaduk berbahan plastik atau kayu (hindari bahan logam yang dapat bereaksi dengan bahan kimia pupuk).
  5. Alat Ukur TDS / EC Meter: Alat digital untuk mengukur kepekatan larutan dalam satuan PPM (Parts Per Million) atau EC (Electrical Conductivity).
  6. pH Meter Digital: Untuk mengukur tingkat keasaman larutan nutrisi.
  7. Botol Penampung Pekatan: Dua botol bersih berlabel "Pekatan A" dan "Pekatan B".

Langkah-Langkah Meracik Pekatan AB Mix (Pembuatan Stok A & B)

Berikut adalah panduan melarutkan pupuk AB Mix kering menjadi pekatan cair siap pakai (contoh untuk skala pekatan 5 Liter):

1. Pelarutan Stok Pekatan A

  1. Siapkan wadah/ember pertama dan isi dengan air baku hangat atau air biasa sebanyak 3 hingga 4 liter. Penggunaan air hangat dapat mempercepat proses pelarutan serbuk.
  2. Masukkan kantong serbuk Stok A beserta kemasan kantong kecil zat besi/Fe yang ada di dalamnya ke dalam air.
  3. Aduk larutan secara perlahan hingga seluruh serbuk terlarut sempurna dan tidak ada butiran yang mengendap di dasar wadah.
  4. Tambahkan air baku hingga volume total larutan mencapai tepat 5 liter.
  5. Aduk kembali, lalu tuangkan larutan pekatan A ini ke dalam botol penyimpanan yang berlabel Pekatan A.

2. Pelarutan Stok Pekatan B

  1. Siapkan wadah/ember kedua dan isi kembali dengan air baku sebanyak 3 hingga 4 liter.
  2. Masukkan kantong serbuk Stok B beserta kemasan kantong kecil unsur mikro di dalamnya.
  3. Aduk hingga seluruh kristal pupuk larut sepenuhnya.
  4. Tambahkan air baku hingga volume total larutan mencapai tepat 5 liter.
  5. Tuangkan larutan ini ke dalam botol penyimpanan yang berlabel Pekatan B.

Tips Penyimpanan: Simpan botol Pekatan A dan Pekatan B di tempat yang sejuk, terhindar dari paparan sinar matahari langsung agar kualitas zat chelating (Fe) dan unsur nutrisi tidak terdegradasi.


Rumus dan Cara Mencampur Nutrisi ke Tandon Air

Setelah pekatan A dan B siap, langkah selanjutnya adalah mencampurkannya ke dalam tandon utama sesuai dengan volume air baku yang digunakan.

Rumus Standar ( 5  ml + 5 ml + 1  Liter):

Secara umum, standar pencampuran awal adalah:

5 ml Pekatan A + 5 ml Pekatan B + 1 Liter Air Baku = 800 - 1000 PPM

Langkah Pencampuran di Tandon:

  1. Isi tandon nutrisi dengan air baku sesuai jumlah volume yang diinginkan (misalnya 10 liter air).
  2. Ambil Pekatan A sebanyak 5 ml x 10  liter = 50 ml, tuangkan ke dalam tandon air, lalu aduk hingga merata.
  3. Ambil Pekatan B sebanyak 5 ml x 10 liter = 50 ml, tuangkan ke dalam tandon air yang sama, lalu aduk kembali hingga benar-benar tercampur rata.
  4. Ukur kepekatan larutan menggunakan TDS meter untuk memastikan angka PPM telah sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Standar Kebutuhan PPM dan pH untuk Sayuran Daun

Setiap jenis sayuran daun memiliki tingkat toleransi dan kebutuhan kepekatan nutrisi yang berbeda-beda. Selain itu, tingkat kepekatan juga harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman (fase persemaian, pemindahan bibit, dan pembesaran).


Tabel Kebutuhan Nutrisi Sayuran Daun Populer:

Jenis Sayuran DaunFase Semai (PPM)Fase Pembesaran (PPM)Rentang pH Ideal
Kangkung300 – 5001000 – 12005.5 – 6.5
Pakcoy / Sawi400 – 5001050 – 14006.0 – 7.0
Bayam (Hijau/Merah)300 – 400800 – 10006.0 – 7.0
Selada Keriting300 – 400600 – 8005.5 – 6.5
Seledri300 – 4001200 – 15006.0 – 7.0
Caisim / Sawi Hijau400 – 5001000 – 12005.5 – 6.5

Penting Mengenai pH: Selalu pastikan pH air nutrisi berada pada rentang 5.5 – 6.5. Jika pH terlalu tinggi (>7.0), gunakan larutan asam (pH Down) sedikit demi sedikit. Jika pH terlalu rendah (<5.0), gunakan larutan basa (pH Up).


Tips Manajemen Nutrisi Agar Panen Maksimal

  1. Pengukuran Bertahap: Jangan langsung memberikan dosis PPM tinggi pada bibit yang baru dipindahkan dari wadah semai. Gunakan nutrisi dengan kepekatan rendah (400–500 PPM) pada minggu pertama, lalu naikkan bertahap setiap minggu sesuai perkembangan ukuran daun dan akar.
  2. Koreksi Air Susut: Air di dalam tandon akan berkurang akibat penguapan dan penyerapan oleh tanaman. Jika air berkurang tetapi angka PPM tetap tinggi, tambahkan air baku saja. Jika air dan PPM sama-sama turun, tambahkan campuran larutan A dan B secara seimbang.
  3. Pengurasan Tandon Berkala: Lakukan pengurasan dan penggantian air tandon secara menyeluruh setiap 10–14 hari sekali untuk membersihkan sisa garam mineral yang mengendap dan mengembalikan keseimbangan hara.
  4. Suhu Air Tandon: Usahakan suhu larutan nutrisi di dalam tandon tetap berada pada kisaran 24°C – 28°C. Suhu air yang terlalu panas akan menurunkan kadar oksigen terlarut dan menghambat penyerapan nutrisi oleh akar.

Kunci keberhasilan utama budidaya hidroponik sayuran daun terletak pada ketepatan manajemen racikan nutrisi AB Mix. Dengan melarutkan pekatan A dan B secara terpisah, memperhatikan urutan pencampuran ke tandon, serta rutin mengukur PPM dan pH air, Anda dapat memastikan tanaman tumbuh subur, hijau renyah, dan siap dipanen tepat waktu. Selamat mencoba dan mengoptimalkan kebun hidroponik Anda!

Widodo

Posting Komentar

Bebas berkomentar dengan bahasa yang sopan dan santun tanpa unsur sara.

Lebih baru Lebih lama