Jasa Taman Dan Tanam Rumput

Hub : 0812 9711 5645

Cara Budidaya Terong Ungu

Cara Budidaya Terong Ungu - Terong atau terung adalah salah satu jenis  tanaman hortikultura tahunan semusim,  yang sangat popular di Indonesia dan Asia pada umumnya.  Beberapa sumber menyatakan bahwa asal terung atau terong berasal dari India dan Srilangka. Namun demikian pada masa sekarang ini sudah menyebar ke seluruh dunia.

Bentuknya yang khas yaitu bulat memanjang dengan bentuk runcing pada pangkal buahnya. Nama latin dari terong yaitu Salonum melongena, merupakan anggota Solanaceae berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan kerabat agak jauh dari tomat.

cara budidaya terong ungu

Cirikhas Tanaman Terong

Tanaman terong ungu dapat tumbuh setinggi 40 cm hingga 150 cm. Bentuk daunnya besar, panjangnya  10–20 cm dan lebarnya 5–10 cm, dengan lobus yang kasar dan berbulu. Batangnya biasanya berduri, dengan bunga berwarna putih hingga ungu. Mahkota bunga memiliki lima lobus. Benang sarinya berwarna kuning. Sedangkan buah terong berukuran 15 cm hingga 30 cm panjangnya dan berdiameter bervariasi 2 cm hingga 7 cm.

cara budidaya terong ungu

Jenis terong yang dibudidayakan di Indonesia sangat, namun dari segi warna dapat dibedakan menjadi 3 jenis  yaitu terong putih, hijau dan ungu. Bentuknya pun ada yang bulat, lonjong besar, hingga lonjong dengan pangkal buah runcing.

Tanaman terong ungu menghendaki kondisi tanah lempung berpasir dengan keasaman tanah netral yaitu berkisaran pH 6,5-7. Suhu udara yang cocok untuk terong dapat berproduksi maksimal yaitu pada kisaran suhu 22-30oC dan membutuhkan sinar matahari penuh, oleh karena itu cocok ditanam pada musim kemarau namun dengan pengairan yang cukup.

Karena terong masih berkerabat dengan lenca, tomat dan kentang maka dapat dipastikan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman-tanaman tersebut bisa juga menyerang tanaman terong ungu. Untuk meminimalisir serangan hama dan penyakit maka di sarankan dalam melakukan rotasi tanaman, tidak merotasi dengan tanaman-tanaman tersebut.

Penyemaian Benih Terong Ungu

Jumlah benih terong ungu yang dibutuhkan untuk setiap hektar lahan yaitu sekitar 300-500 gram, dengan asumsi benih dapat tumbuh minimal 75%. Penyemaian dapat dilakukan membuat bedengan pada lahan yang terlindung dari gangguan binatang dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.
Bedengan dapat dibuat dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 20 cm. Terlebih dahulu tanah di gemburkan dengan cangkul  sebelum di bentuk menjadi  bedengan  dan dicampur dengan arang sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan sekitar 1:1:1. Kemudian berikan naungan terhadap bedengan tersebut.

Sebelum benih terong ungu diterbar, terlebih dahulu direndam dengan air hangat selama 10-15 menit, kemudian benih tersebut dibungkus dengan kain basah dan diamkan selama 24 jam. Penebaran benih dapat dilakukan dengan membuat alur berjarak 5-10 cm dengan kedalaman 2-3 cm diatas bedengan. Kemudian tebarkan benih terong ungu jangan terlalu padat dan tutup dengan sedikit tanah. Setelah benih di tebar sempurna, tutup bedengan dengan daun pisang atau jerami. Kemudian siram dengan air untuk menjaga kelembaban persemaian.

Benih terong ungu akan tumbuh sekitar 2-3 hari berbentuk seperti kecambah. Penutup daun pisang atau jerami dapat dibuka agar dapat tumbuh dengan sempurna. Perawatan harian dapat disiram setiap pagi dan sore. Setelah tumbuh dengan tinggi sekitar 3-5 cm, pindahkan bibit tanaman terong ungu tersebut kedalam polybag kecil ukuran 9X10 cm, satu polybag satu tanaman. Media tanam dalam polybag dapat digunakan tanah dan kompos dengan  perbandingan 1 : 1.  Setelah tanaman berumur 1-1,5 bulan atau setelah memiliki minimal 4 helai daun, dapat dipindahkan ke lahan pembudidayaan.

Baca Juga : Kandungan Gizi Dan Manfaat Terong Ungu

Pengolahan Lahan dan Penanaman

Sambil menunggu proses penyemaian benih terong ungu, lahan untuk budidaya dapat diolah dengan cara di cangkul atau dibajak dengan traktor hingga tanah menjadi gembur. Bersihkan tanah dari gulma atau rumput liar. Kemudian dapat dibentuk bedengan dengan ukuran lebar 1 meter tinggi 30 cm dan panjang disesuaikan dengan bentuk lahan dengan di beri jarak antar bedengan 30 cm, cukup untuk jalan kaki.
Selanjutnya taburkan pupuk kandang di atas bedengan dan aduk hingga merata. Jumlah pupuk kandang kurang lebih sebanyak 15 ton untuk satu hektar lahan. Apabila keasaman tanah kurang dari 5 derajat, untuk menetralisir dapat ditambahkan kapur dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar. Lakukan satu minggu sebelum penanaman .
Setelah lahan siap, maka bibit dapat di tanam dengan membuat lubang tanam secara berbaris. Untuk satu bedengan dapat di buat lubang tanam sebanyak dua baris. Jarak tanam antar lubang 60 cm dan jarak antar baris 70 cm. Kedalaman lubang disesuaikan dengan ukuran polybag.

Kemudian tanam bibit terong ungu dengan membuka polybag secara hati hati, usahakan tanah dalam polybag tidak pecah agar akar tidak putus dan  tanaman tidak stress/layu. Timbun dengan tanah dan tekan pelan pelan agar tanaman dapat berdiri tegak. Tanaman terong ungu cenderung tidak tahan dengan kekeringan, untuk itu segera siram setelah bibit ditanam.


Perawatan Tanaman Terong Ungu 

Usahakan tanaman terong ungu yang masih kecil jangan sampai kekurangan air, untuk itu perlu dilakukan perawatan harian yaitu penyiraman setiap pagi dan sore hari. Dengan penyiraman tersebut di harapkan pertumbuhannya lebih optimal. Setelah tumbuh besar frekwensi penyiraman dapat dikurangi yaitu 2-3 hari sekali apabila tidak terjadi turun hujan.

Namun demikian jika terdapat tanaman terong yang layu atau pertumbuhannya kurang baik dapat dilakukan penyulaman setelah berumur 1-2 minggu setelah tanam. Penyulaman atau penggantian tanaman tersebut dapat dilakukan dengan mencabut kemudian menggantikannya dengan tanaman baru yang lebih subur.

Untuk mempercepat pertumbuhan dapat dilakukan pemupukan anorganik yaitu dengan pupuk urea ketika tanaman terlihat ada pertumbuhan atau sekitar 2-3 minggu setelah bibit ditanam. Dosis pemupukan urea berkisar 80 kg/ha. Pemupukan berikutnya dapat dilakukan pada minggu ke 5 dan ke 7 dengan ditambahkan pupuk  KCl dengan dosis 45 Kg/ha.

Perawatan lain selain pemupukan yaitu penyiangan gulma. Gulma atau rumput liar sering tumbuh pada bedengan atau disekitar tanaman terong ungu. Untuk itu harus dilakukan  penyiangan agar pertumbuhan tanaman terong tidak terganggu.

Ketika tanaman sudah besar untuk memperkuat batang dalam menopang buah terong nantinya dapat dilakukan pemasangan patok bambu atau ajir. Pemasangan ajir bamboo dapat dilakukan sedini mungkin sebelum tanaman terong ungu berbunga yaitu sekitar umur 4 minggu. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan ajir hendaknya merusak akar tanaman. Kemudian ikat batang tanaman pada ajir dengan tali plastic.

cara budidaya terong ungu

Pemanenan Buah Terong Ungu

Pemanenan pada usaha budidaya terong ungu ini biasanya dilakukan setelah berumur 70-80 hari sejak bibit ditanam. Pemetikan buah dapat dipilih buah terong ungu yang optimal yaitu yang tidak muda atau terlalu tua. Buah dipetik beserta tangkainya dengan bantuan alat gunting stek.

Pemanenan berikutnya dapat dilakukan setiap 3-7 hari sekali. Jika perawatan tanaman terong ungu ini dilakukan dengan baik, maka dalam satu kali musim tanam dapat dilakukan pemanenan hingga 10-15 kali panen, atau bahkan bisa lebih dari itu.


Setelah pemanenan dan pengangkutan, lakukan sortasi menurut ukuran dan warna kemudian segera pasarkan agar jangan sampai terjadi pembusukan. Demikian cara budidaya terong ungu semoga bermanfaat.

Share on Google Plus

About Widodo Sukses

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment

- Bebas berkomentar dengan bahasa yang sopan dan santun tanpa unsur sara.
- Lebih seru kunjungi : "Forum Asyik Berkebun" untuk Sharing, Tanya-jawab, Promosi usaha/jual-beli, dll.
- Untuk teman BLOGGER dilarang keras "Copy Paste" artikel ini.