Indonesia sebenarnya sudah memiliki sejumlah varietas anggur yang telah dilepas dan diizinkan peredarannya oleh Kementerian Pertanian. Pedoman budidaya pemerintah mencatat sembilan varietas, yaitu Probolinggo Biru 81, Bali, Probolinggo Super, Kediri Kuning, Prabu Bestari, Jestro AG 60, Jestro AG 86, Jestro AG 45, dan Jestro AG 5.
Namun, istilah “anggur lokal” perlu dipahami secara tepat. Lokal tidak selalu berarti varietas tersebut berasal dari tanaman asli Indonesia. Ada varietas yang telah lama dikembangkan di daerah tertentu, ada pula yang merupakan hasil pemuliaan atau seleksi yang kemudian dilepas sebagai varietas unggul nasional.
Lalu, apa saja varietas yang bisa dipertimbangkan oleh penghobi maupun petani? Berikut pembahasannya.
Apa yang Dimaksud Varietas Unggul Anggur Lokal?
Varietas unggul pada dasarnya bukan sekadar varietas yang buahnya terlihat bagus. Status unggul berkaitan dengan karakter yang dinilai memiliki kelebihan tertentu dan telah melalui proses pengujian serta pelepasan atau pendaftaran sesuai ketentuan.
Untuk anggur, pemerintah telah mendokumentasikan berbagai varietas yang dikembangkan di Indonesia. Pertanian Press juga mencatat sembilan varietas yang telah dilepas sebagai varietas unggul nasional dan memperoleh izin peredaran benih.[2]
Varietas lokal tidak selalu berarti asli Indonesia
Ini penting bagi pembaca yang sedang mencari “anggur lokal”.
Sebuah varietas dapat dikenal sebagai varietas lokal karena berkembang dan dibudidayakan di suatu daerah, tetapi asal-usul genetiknya belum tentu dari daerah tersebut. Karena itu, lebih aman membedakan antara:
- varietas unggul nasional yang telah dilepas;
- varietas lokal yang didaftarkan oleh pemerintah daerah;
- varietas hasil pemuliaan atau seleksi;
- varietas introduksi yang kemudian dibudidayakan di Indonesia.
Pembedaan tersebut menjadi semakin penting karena pendaftaran varietas lokal terus berkembang. Pada 2024, misalnya, Kementerian Pertanian mencatat lima varietas anggur dari Jawa Barat yang memperoleh tanda daftar, yaitu Bagaskara Jabaragritek, Caramina Jabaragritek, Furoda Jabaragritek, Parahyangan Jabaragritek, dan Dayangsumbi Jabaragritek.
Mengapa pemilihan varietas penting?
Tidak semua varietas memberikan karakter buah yang sama.
Ada varietas yang lebih dikenal karena rasa manis, ada yang memiliki warna buah menarik, ada yang mempunyai tandan panjang, dan ada yang memiliki biji sedikit atau karakter tertentu yang disukai konsumen.
Karena itu, memilih varietas sebaiknya tidak hanya berdasarkan tren atau foto buah di media sosial. Kondisi lokasi, tujuan budidaya, kualitas bibit, dan kemampuan perawatan juga perlu dipertimbangkan.
Daftar Varietas Unggul Anggur yang Telah Dikembangkan di Indonesia
1. Probolinggo Biru 81
Probolinggo Biru 81 merupakan salah satu varietas anggur yang memiliki sejarah panjang di Indonesia. Data sumber daya genetik Kementerian Pertanian mencatat varietas ini berasal dari koleksi kebun percobaan di Probolinggo.
Dalam deskripsi resmi varietas, Probolinggo Biru 81 memiliki buah berbentuk bulat hingga bulat telur dengan warna matang merah kehitaman. Rasanya manis, dengan umur panen sekitar 105–110 hari setelah pemangkasan produksi.
Dokumen keputusan pelepasan varietas juga mencantumkan potensi produksi sekitar 12–20 kg per pohon per tahun pada kondisi yang sesuai. Varietas ini disebut perlu penjarangan buah dan dapat digunakan sebagai buah meja maupun bahan minuman.
Karakter tersebut membuat Probolinggo Biru 81 menarik untuk pekebun yang ingin mempertahankan varietas yang memiliki sejarah panjang dalam pengembangan anggur Indonesia.
2. Anggur Bali
Bali termasuk dalam daftar varietas anggur yang telah dilepas dan diizinkan peredarannya di Indonesia.
Nama ini juga menunjukkan bahwa pengembangan anggur di Indonesia tidak hanya terpusat di Jawa. Bali merupakan salah satu wilayah yang sejak lama dikenal sebagai sentra pengembangan tanaman anggur.
Namun, calon pekebun sebaiknya tidak memilih varietas hanya berdasarkan nama daerah. Kondisi kebun dan ketersediaan bibit dengan identitas varietas yang jelas tetap harus menjadi pertimbangan.
3. Probolinggo Super
Probolinggo Super juga termasuk sembilan varietas anggur yang tercantum dalam pedoman budidaya pemerintah.
Varietas ini menarik untuk dibahas karena Probolinggo merupakan salah satu kawasan penting dalam sejarah pengembangan anggur di Indonesia. Publikasi Pertanian Press juga mencatat Probolinggo sebagai salah satu sentra pengembangan anggur nasional.
Bagi pembudidaya, informasi tentang varietas sebaiknya dilengkapi dengan data performa di lokasi kebun sendiri. Tanaman yang tumbuh baik di satu sentra belum tentu memberikan hasil identik ketika dipindahkan ke lokasi dengan kondisi agroklimat berbeda.
4. Kediri Kuning
Kediri Kuning dikenal sebagai salah satu varietas anggur unggulan yang dibudidayakan di Indonesia. Penelitian di Universitas Udayana juga menggunakan Kediri Kuning sebagai objek penelitian mengenai kualitas buah dan pengelolaan produksi.
Karakter varietas tentu tidak hanya ditentukan oleh genetika. Perlakuan budidaya seperti penjarangan buah dan pengelolaan zat pengatur tumbuh dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.
Hal tersebut menjadi pengingat bahwa varietas unggul bukan berarti tanaman dapat dibiarkan tumbuh tanpa pengelolaan. Teknik budidaya tetap menentukan apakah potensi varietas dapat tercapai.
5. Prabu Bestari
Prabu Bestari merupakan salah satu varietas anggur unggul hasil pengembangan Badan Litbang Pertanian.
Ciri yang banyak disebut dalam sumber pemerintah adalah warna kulit buah merah gelap, rasa manis, dan ukuran buah relatif besar.
Penelitian mengenai usahatani Prabu Bestari juga menunjukkan bahwa produktivitas tanaman dapat dipengaruhi oleh umur tanaman dan kualitas pemeliharaan. Artinya, angka produksi yang ditemukan dalam suatu penelitian tidak sebaiknya dianggap sebagai hasil yang pasti diperoleh setiap kebun.
Prabu Bestari dapat menjadi pilihan menarik untuk pembudidaya yang menargetkan buah meja dengan penampilan dan rasa yang menarik.
6. Jestro AG 60
Jestro AG 60 merupakan salah satu varietas unggul yang dikembangkan di Indonesia.
Keunggulan yang tercantum dalam publikasi Kementerian Pertanian antara lain rasa manis, buah segar, dan biji yang sedikit atau mengalami abortus.
Karakter seperti jumlah biji menjadi penting jika target budidaya adalah pasar buah segar. Konsumen umumnya memiliki preferensi berbeda-beda, tetapi buah dengan biji lebih sedikit dapat menjadi nilai tambah pada segmen tertentu.
Jestro AG 60 juga disebut sebagai varietas dengan produktivitas tinggi dalam sejumlah publikasi pertanian.
7. Jestro AG 86
Jestro AG 86 merupakan varietas yang sering muncul dalam pembahasan mengenai varietas unggul anggur Indonesia.
Keunggulannya dibandingkan Kediri Kuning antara lain produktif, memiliki tandan buah panjang, dan mempunyai cita rasa anggur yang kuat.[7]
Sumber Kementerian Pertanian juga mencantumkan umur panen sekitar 95–100 hari setelah pangkas produksi.[8]
Bagi pekebun yang mengejar penampilan tandan sekaligus produktivitas, karakter Jestro AG 86 layak menjadi salah satu pertimbangan.
8. Jestro AG 45
Jestro AG 45 termasuk dalam daftar varietas anggur yang telah dilepas dan diizinkan peredarannya di Indonesia.[1]
Informasi mengenai varietas ini tidak sebanyak Jestro AG 60 atau AG 86 dalam publikasi populer. Karena itu, calon pekebun sebaiknya tidak menjadikan popularitas di media sosial sebagai satu-satunya indikator kualitas varietas.
Jika memilih Jestro AG 45, pastikan identitas bibit dan sumber bahan tanam dapat diverifikasi.
9. Jestro AG 5
Jestro AG 5 juga termasuk varietas yang tercantum dalam daftar varietas unggul anggur Indonesia.
Dokumentasi Kementerian Pertanian menyebut karakter Jestro AG 5 antara lain tandan buah relatif pendek, rajin berbuah, dan memiliki aroma yang kuat.
Karakter aroma dapat menjadi keunggulan apabila buah ditujukan untuk produk olahan tertentu. Namun, tujuan budidaya harus disesuaikan dengan pasar yang hendak dilayani.
Perbandingan Karakter Varietas Anggur
| Varietas | Karakter yang menonjol | Pertimbangan utama |
|---|---|---|
| Probolinggo Biru 81 | Buah merah kehitaman, manis | Memiliki sejarah pengembangan panjang |
| Bali | Varietas yang berkembang di Bali | Sesuaikan dengan kondisi lokasi dan sumber bibit |
| Probolinggo Super | Varietas unggul nasional | Perlu melihat performa di lokasi kebun |
| Kediri Kuning | Digunakan dalam berbagai penelitian budidaya | Menarik untuk pembudidaya yang ingin mempelajari pengelolaan kualitas buah |
| Prabu Bestari | Merah gelap, manis, buah besar | Menarik untuk buah meja |
| Jestro AG 60 | Manis, segar, biji sedikit/abortus | Potensial untuk konsumsi segar |
| Jestro AG 86 | Produktif, tandan panjang, cita rasa kuat | Menarik untuk produksi buah |
| Jestro AG 45 | Termasuk varietas unggul nasional | Verifikasi sumber bibit dan performa lokal |
| Jestro AG 5 | Rajin berbuah, aroma kuat, tandan pendek | Dapat dipertimbangkan sesuai tujuan pemanfaatan |
Tabel di atas sebaiknya digunakan sebagai panduan awal, bukan sebagai ranking varietas. Tidak ada satu varietas yang otomatis paling baik untuk seluruh kebun di Indonesia.
Cara Memilih Varietas Anggur untuk Kebun
Sesuaikan dengan iklim dan lokasi
Anggur tropis membutuhkan pengelolaan yang berbeda dibandingkan budidaya di wilayah subtropis. Faktor seperti intensitas cahaya, curah hujan, kelembapan, drainase, dan pengelolaan tajuk dapat memengaruhi keberhasilan produksi.
Karena itu, sebelum membeli bibit, pelajari terlebih dahulu kondisi kebun.
Jangan hanya bertanya, “Varietas apa yang paling manis?” Pertanyaan yang lebih berguna adalah:
- Apakah varietas tersebut sudah terbukti dibudidayakan di kondisi yang mirip?
- Bagaimana ketersediaan bibitnya?
- Apa tujuan produksi?
- Bagaimana karakter buah yang diinginkan pasar?
- Apakah kebun mampu menyediakan cahaya dan drainase yang memadai?
Tentukan tujuan budidaya
Pilihan varietas untuk penghobi tidak selalu sama dengan pilihan untuk kebun komersial.
Untuk hobi, penampilan buah, kemudahan perawatan, dan pengalaman membudidayakan tanaman bisa menjadi pertimbangan utama.
Untuk buah meja, rasa, warna, ukuran buah, tekstur, jumlah biji, dan penampilan tandan menjadi lebih penting.
Sementara itu, untuk usaha tani, selain kualitas buah, produktivitas, konsistensi panen, biaya pemeliharaan, daya simpan, dan permintaan pasar perlu diperhitungkan.
Pastikan identitas bibit
Bibit merupakan titik awal yang sangat penting.
Kementerian Pertanian menganjurkan penggunaan benih atau bibit dengan identitas varietas yang jelas, berlabel, sehat, serta bebas dari hama dan penyakit.
Jangan membeli bibit hanya karena penjual menyebutnya “anggur super”, “anggur jumbo”, atau “anggur impor premium”. Nama dagang tidak otomatis menunjukkan identitas varietas.
Sebelum membeli, tanyakan:
- Apa nama varietasnya?
- Apakah identitas varietas dapat dibuktikan?
- Dari mana sumber indukan atau bahan tanamnya?
- Apakah tanaman sehat?
- Apakah karakter buah induknya dapat diperlihatkan?
Untuk budidaya komersial, dokumentasi asal-usul bahan tanam menjadi semakin penting.
Perkembangan Varietas Lokal Anggur di Indonesia
Pengembangan anggur lokal Indonesia masih berlangsung.
Pada 2023, misalnya, Kementerian Pertanian mencatat empat varietas lokal anggur dari Kabupaten Blitar, yaitu Jatinoman, Boekari, Takripan, dan Gurdisom.
Setahun kemudian, lima varietas anggur dari Jawa Barat juga memperoleh tanda daftar, yaitu Bagaskara Jabaragritek, Caramina Jabaragritek, Furoda Jabaragritek, Parahyangan Jabaragritek, dan Dayangsumbi Jabaragritek.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa pembahasan mengenai varietas anggur Indonesia tidak berhenti pada sembilan varietas yang sudah lama dikenal.
Pada 2025, misalnya, terdapat pula pendaftaran varietas lokal Sansakerta dari Kabupaten Bandung Barat.
Artinya, penghobi dan pembudidaya perlu membedakan antara daftar varietas unggul yang telah lama dilepas dengan varietas lokal yang baru didaftarkan atau sedang dikembangkan.
Perkembangan tersebut juga membuka peluang bagi masing-masing daerah untuk mengembangkan karakter anggur yang sesuai dengan lingkungan dan pasar setempat.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memilih Bibit Anggur
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari adalah:
- memilih varietas hanya karena buahnya terlihat besar;
- menganggap semua anggur tanpa biji pasti paling menguntungkan;
- membeli bibit tanpa identitas varietas;
- mengabaikan kondisi iklim dan drainase kebun;
- menyamakan hasil tanaman di satu daerah dengan hasil yang pasti diperoleh di daerah lain;
- terlalu percaya pada klaim produktivitas tanpa mengetahui kondisi budidayanya;
- mencampur istilah varietas, nama dagang, dan nama lokal.
Untuk petani, keputusan varietas idealnya dilakukan setelah mempertimbangkan agroklimat, pasar, kemampuan budidaya, ketersediaan bibit, dan tujuan produksi.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan varietas tidak lagi sekadar mengikuti tren, tetapi menjadi bagian dari perencanaan usaha tani.
Indonesia memiliki sejumlah varietas unggul anggur yang dapat menjadi pilihan untuk penghobi maupun pembudidaya. Di antara varietas yang telah lama tercantum dalam daftar resmi adalah Probolinggo Biru 81, Bali, Probolinggo Super, Kediri Kuning, Prabu Bestari, Jestro AG 60, Jestro AG 86, Jestro AG 45, dan Jestro AG 5.
Masing-masing mempunyai karakter berbeda. Prabu Bestari dikenal dengan buah merah gelap dan rasa manis, Jestro AG 60 dengan rasa manis dan biji sedikit, sedangkan Jestro AG 86 menonjol karena produktivitas, tandan panjang, dan cita rasa yang kuat.
Namun, varietas terbaik bukan berarti sama untuk setiap kebun. Kondisi lingkungan, teknik budidaya, kualitas bibit, dan tujuan pasar tetap menentukan keberhasilan.
Bagi calon pekebun, langkah paling aman adalah memilih bibit dengan identitas varietas yang jelas, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi lokasi dan tujuan budidaya.
Perkembangan pendaftaran varietas lokal yang terus berlangsung juga menunjukkan bahwa potensi buah anggur Indonesia masih terbuka luas untuk dikembangkan.
